Home About Contact Article Commodity
admin - 05 July 2024

PTPN III Optimis Capai Swasembada Gula Konsumsi pada 2028

Share
gula tebu murni

Holding perkebunan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III mengusulkan penyertaan modal negara (PMN) non tunai dengan total sebesar Rp 828,36 miliar. Dengan adanya PMN non tunai ini, PTPN III menargetkan swasembada gula konsumsi dapat terealisasi pada tahun 2028.

Direktur Utama PTPN III, Mohammad Abdul Ghani, menjelaskan bahwa PMN non tunai dari Kementerian ESDM bernilai Rp 61,35 miliar. PMN non tunai tersebut terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) POME Kwala Sawit senilai Rp 30,58 miliar dan PLTBg POME Pagar Merbau senilai Rp 30,77 miliar.

"PMN non tunai di PTPN terbagi dari dua sumber. Yang pertama berasal dari Kementerian ESDM, sebagaimana tadi disampaikan oleh Pak Dirjen, ini berangkat dari inisiatif Kementerian ESDM untuk memperkenalkan pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas yang berasal dari pemanfaatan limbah kelapa sawit di Sumatera Utara," terangnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi XI di Jakarta, Selasa (2/7/2024).

Sumber PMN non tunai selanjutnya berasal dari Kementerian Perindustrian. PMN non tunai ini berupa dukungan revitalisasi pabrik gula melalui pengadaan mesin dan peralatan dengan nilai Rp 298,40 miliar.

Menurut Ghani, dukungan terhadap industri gula ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, di mana tahun lalu industri gula PTPN sudah meraih laba. Dia menargetkan swasembada gula konsumsi pada tahun 2028.

"Tahun lalu industri gula PTPN sudah meraih laba dengan EBITDA di atas Rp 1 triliun. Tahun ini, kami menargetkan produksi gula mencapai 1 juta ton atau 41% dari rencana produksi nasional. Target kami pada tahun 2028 adalah memastikan swasembada gula konsumsi dengan dukungan dari tebu rakyat," jelasnya.

PMN non tunai lainnya mencakup dukungan fasilitas seperti tangki, dry pot, hingga pusat inovasi pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dengan nilai Rp 338,22 miliar.

Selain itu, terdapat PMN non tunai berupa peralatan dan mesin untuk industri bioetanol dengan nilai Rp 130,38 miliar.

"Kemudian, untuk pabrik bioetanol yang mulai dibangun tahun 2014 di Jawa Timur, di Gempolkerep, adalah berupa pabrik pengolahan tetes menjadi etanol," tambahnya.

​​​​​​​Sumber : https://finance.detik.com/industri/d-7419766/bos-ptpn-iii-targetkan-swasembada-gula-konsumsi-di-2028